Pada saat saya mendengarkan materi kuliah masa S1 dulu, ada seorang dosen yang membuka cara berfikir saya yang kaku.. Saat itu pembahasan mengenai bagaimana seorang memiliki karakter yang berbeda-beda. tentu nya semua dibentuk oleh lingkungan. Dimana ia tinggal, bagaimana ia dididik bahkan bagaimana ia diberikan makan. Semua itu akan membentuk kepribadian setiap manusia dan mengakibatkan beraneka ragam karakter. Pernyataan ini membuat saya mulai terbuka dengan berbagai macam orang.
Begitu juga cara berfikir, setiap manusia memiliki cara berfikir yang berbeda-beda dan memiliki alasan masing-masing yang diyakini. Hal ini juga terbentuk dari ilmu yang dipelajari dan pergaulan yang dijalani. Apakah ini wajar, ya. ini memang wajar. Semua memiliki perbedaan.
Banyak manusia masa kini, termasuk para intelektual terjebak pada cara berpikir partisan. cara berfikir seperti ini mengelompokan yang bersebrangan, kalau bukan A maka pasti B, kalau bukan B pasti A
Pemikiran partisan seperti ini adalah pemikiran kebanyakan orang di mana kalau dia memiliki keyakinan terhadap A, maka yg lain salah di matanya.berpikir partisan ini yang membuat orang menentang duluan baru bertanya sebab musababnya, sadar juga kan kalau mayoritas pertiakaian yang ada khususnya di Indonesia memiliki dasar perbedaan keyakinan diri atau perbedaan kelompok.
JIL merasa FPI fundamentalis
ITJ merasaJIL mempropagandakan Islam
Muhammadiyah merasa NU mencapuradukan Islam dengan budaya
Penggemar rock merasa pop cengeng
Penggemar Jazz merasa dangdut kampungan
Marilah kita coba memahami barulah beri keputusan, maka kita akan dapat memaklumi setiap kondisi dan keputusan setiap orang. Kita memiliki logika yang dibentuk oleh lingkungan kita, begitupun yang lain. mereka meiliki logika yang dibentuk oleh lingkungannya. Jika kita liat film atau bacaan berkaian dengan psikologi atau permasalahan karakter, kita akan temukan alur masa lalu yang membetuk karakternya. Sehingga setiap orang memiliki keputusan yang berbeda-beda, termasuk orang jahat. Mereka mungkin memiliki keputusan yang salah untuk melalukan niat buruknya.., lalu bagaimana keadaannya yang memaksanya melakukan tindakan kejahatan.
Pola pikiran partisan ini akan membatasi pikiran dan mengelompokan benar dan salah berdasarkan ego sendiri, membuat kita memilih untuk berteman, memilih untuk membaca, memilih untuk mendapatkan informasi sehingga kita hanya berada dalam lingkungan kita sendiri. tidak berwarna karna hanya memiliki warna yang satu.
Mari kita mencoba untuk memahami setiap orang berdasarkan latarbelakangnya, karena kita terlahir dengan lingkungan yang berbeda-beda dan tidak pernah minta dilahirkan dalam kondisi atau pemikiran tertentu dan Memahami membuat kita wisdom
Selasa, 20 November 2012
Selasa, 25 September 2012
Sederhana yang menarik...
Kemenangan Jokowi dalam pilkada DKI memiliki kesan khusus untuk saya. Sosok yang boleh dibilang santai dan sederhana.., menarik. Dari sini dapat kita lihat sosok keren sudah tidak lagi menjadi idola. Jokowi dengan wajahnya yang sederhana (*kata lain dari tidak ganteng :D), gaya nya yang "selengean", cuek bisa merebut hati warga jakarta. Saya melihat tidak lagi program, tidak lagi janji-janji yang dapat memikat rakyat. Tapi karakter, style dan kesederhaannya lah yang lebih terlihat pro rakyat, merakyat.
Kali ini ini saya bukan ingin membahas profil Jokowi atau mendukung. Tetapi kesederhanaan yang menjadi hal yang menarik.. Adakah orang yang tidak suka melihat orang yang sederhana?? hmm... bisa dibilang tidak ada. Bahkan kita selalu takjup dengan orang-orang yang dapat hidup dengan sederhana dibawah kemewahannya. Mampu untuk bermewah-mewahan, tapi tetap sederhana. Hebat kagum.
Pernah lihat harga tas, jam atau pakaian sampai puluhan juta, bahkan ratusan juta..? siapa kah yang pakai itu semua? Pastinya orang-orang kaya, tokoh-tokoh terkemuka, pejabat dan yang mampu untuk membelinya. Bagaimana dengan orang-orang disekitarnya yang melihat..? Dosa sosial, menurut saya. diantara masih banyak keadaan yang sangat susah tp disisi lain orang-orang menghamburkan uang hanya untuk membanggakan diri.
Itu baru dari sisi gaya hidup, bagaimana sederhana dalam sisi pelayanan... Berapa banyak orang-orang yang sangat "ribet" untuk pelayanan bahkan berlebihan.. Tentu kebanyakan para orang-orang kaya akan meminta fasilitas lebih tentunya dengan bayaran yang lebih juga., tapi apakah juga pernah dengar soal pelayanan yang lain, contoh dia harus duduk di tempat duduk utama kelas satu sebelah kanan dekat jendela di pesawat, atau seorang kaya yang tinggal di sumatra dan ingin makan di warung sate yang dibuat di jakarta dan harus dikirim via pesawat dihari itu juga atau general chekup di luar negeri yang menghabiskan sampai 1,5 M... WOW, ya hal-hal seperti itu ada. Layaknya seperti seorang raja yang memiliki kerajaan di seluruh pelosok negara. Apakah dia merasakan rasa di hati pelayannya.. bagaimana susahnya harus memesan tempat duduk khusus di pesawat dg pemesanan tiket yang mendadak, dan bagaimana banyaknya uang transport harus dikeluarkan hanya untuk membeli sate dengan harga 100rb saja. Mengerut dada, seandainya uang transport itu dapat dia nikmati untuk membelikan sepeda anaknya. Miris
Ya, itulah fenomena yang membuat kalangan menengah kebawah miris. Apakah hal-hal seperti itu dapat membuat simpati, mungkin para orang kaya ini juga punya yayasan atau dia jg rutin bersedekah. Tetapi gaya hidupnya yang berlebihan itu tetap akan membuat seorang manusia miris.
Bagaimana dengan kisah-kisah orang sederhana, Rasullah seorang pengusaha sukses bagaimana dia hidup memberikan contoh hidup sederhana dan tidak menuntut pelayanan, malah beliau lah yang melayani kaumnya.. Para sahabat beliau, dan sekarang ahmadinejad, presiden iran yang kesederhanaannya menarik seluruh penjuru dunia.
Untuk menjadi menarik, tidak dengan cara mengenakan barang mewah, menjadi eksklusif, dilayani. Tetapi dengan menjadi sederhana, dengan tidak menjadikan diri "khusus", meratakan "posisi" akan menjadi pribadi yang menarik dan tidak akan pernah merendakan diri..
Kali ini ini saya bukan ingin membahas profil Jokowi atau mendukung. Tetapi kesederhanaan yang menjadi hal yang menarik.. Adakah orang yang tidak suka melihat orang yang sederhana?? hmm... bisa dibilang tidak ada. Bahkan kita selalu takjup dengan orang-orang yang dapat hidup dengan sederhana dibawah kemewahannya. Mampu untuk bermewah-mewahan, tapi tetap sederhana. Hebat kagum.
Pernah lihat harga tas, jam atau pakaian sampai puluhan juta, bahkan ratusan juta..? siapa kah yang pakai itu semua? Pastinya orang-orang kaya, tokoh-tokoh terkemuka, pejabat dan yang mampu untuk membelinya. Bagaimana dengan orang-orang disekitarnya yang melihat..? Dosa sosial, menurut saya. diantara masih banyak keadaan yang sangat susah tp disisi lain orang-orang menghamburkan uang hanya untuk membanggakan diri.
Itu baru dari sisi gaya hidup, bagaimana sederhana dalam sisi pelayanan... Berapa banyak orang-orang yang sangat "ribet" untuk pelayanan bahkan berlebihan.. Tentu kebanyakan para orang-orang kaya akan meminta fasilitas lebih tentunya dengan bayaran yang lebih juga., tapi apakah juga pernah dengar soal pelayanan yang lain, contoh dia harus duduk di tempat duduk utama kelas satu sebelah kanan dekat jendela di pesawat, atau seorang kaya yang tinggal di sumatra dan ingin makan di warung sate yang dibuat di jakarta dan harus dikirim via pesawat dihari itu juga atau general chekup di luar negeri yang menghabiskan sampai 1,5 M... WOW, ya hal-hal seperti itu ada. Layaknya seperti seorang raja yang memiliki kerajaan di seluruh pelosok negara. Apakah dia merasakan rasa di hati pelayannya.. bagaimana susahnya harus memesan tempat duduk khusus di pesawat dg pemesanan tiket yang mendadak, dan bagaimana banyaknya uang transport harus dikeluarkan hanya untuk membeli sate dengan harga 100rb saja. Mengerut dada, seandainya uang transport itu dapat dia nikmati untuk membelikan sepeda anaknya. Miris
Ya, itulah fenomena yang membuat kalangan menengah kebawah miris. Apakah hal-hal seperti itu dapat membuat simpati, mungkin para orang kaya ini juga punya yayasan atau dia jg rutin bersedekah. Tetapi gaya hidupnya yang berlebihan itu tetap akan membuat seorang manusia miris.
Bagaimana dengan kisah-kisah orang sederhana, Rasullah seorang pengusaha sukses bagaimana dia hidup memberikan contoh hidup sederhana dan tidak menuntut pelayanan, malah beliau lah yang melayani kaumnya.. Para sahabat beliau, dan sekarang ahmadinejad, presiden iran yang kesederhanaannya menarik seluruh penjuru dunia.
Untuk menjadi menarik, tidak dengan cara mengenakan barang mewah, menjadi eksklusif, dilayani. Tetapi dengan menjadi sederhana, dengan tidak menjadikan diri "khusus", meratakan "posisi" akan menjadi pribadi yang menarik dan tidak akan pernah merendakan diri..
Sabtu, 08 September 2012
Bergaulah dengan siapa saja..
Biasanya kita sering mendapati nasehat untuk selektif dalam memiliki teman, atau teman-temanmu mencerminkan dirimu, oleh karena itu pandai-pandailah dalam memilih teman...
Untuk hal ini saya memiliki dua pendapat, setuju dan tidak.. Apakah ini plin-plan?? tidak punya pendirian..
Mari simak alasan saya,
Saya tidak setuju, jika kita harus membatasi pertemanan atau pergaulan, sehinngga kita hanya memilih teman yang membuat kita nyaman atau memilih teman yang menguntungkan saja. Ketika kita membatasi pergaulan, maka kita akan terus menerus pada zona kenyamanan dan pengetahuan kita akan sebatas itu saja, tidak banyak yang dapat kita pelajari jika lingkungan pergaulan kita itu-itu saja.
Bagaimana kita dapat mengetahui pergaulan itu baik atau tidak sebelum kita berada didalamnya?? Apakah keputusan kita dalam pergaulan itu karena pendapat orang lain??
Apakah memang kita tidak boleh bergaul dengan teman-teman yang memiliki kesan "buruk"?
dan apakah kita tidak bisa belajar dari setiap pergaulan kita??
Semakin kita memiliki pergaulan dari berbagai kalangan dan kita dapat mengetahui setiap karakter, maka kita akan semakin kaya dalam pengetahuan.
Saya Setuju, jika selektif dalam berteman atau bergaul disini membuat kita terhindar dari pengaruh buruk.. selektif membuat kita berada pada lingkungan positif dan dapat membuat kita ke arah yang lebih baik.
Jadi dua pendapat berlawanan saya tersebut memiliki alasan yang memiliki benang merah..
Kita dapat bergaul dengan siapapun, sekalipun anak kecil, orang tua, guru, satpam, boss, dan berbagai posisi lain, pemakai narkoba, preman atau lainnya selama kita dapat menguasai diri tidak larut dan mengambil manfaat dari semua orang tersebut..
So jangan batasi diri karna kenyamanan bergaul...
Untuk hal ini saya memiliki dua pendapat, setuju dan tidak.. Apakah ini plin-plan?? tidak punya pendirian..
Mari simak alasan saya,
Saya tidak setuju, jika kita harus membatasi pertemanan atau pergaulan, sehinngga kita hanya memilih teman yang membuat kita nyaman atau memilih teman yang menguntungkan saja. Ketika kita membatasi pergaulan, maka kita akan terus menerus pada zona kenyamanan dan pengetahuan kita akan sebatas itu saja, tidak banyak yang dapat kita pelajari jika lingkungan pergaulan kita itu-itu saja.
Bagaimana kita dapat mengetahui pergaulan itu baik atau tidak sebelum kita berada didalamnya?? Apakah keputusan kita dalam pergaulan itu karena pendapat orang lain??
Apakah memang kita tidak boleh bergaul dengan teman-teman yang memiliki kesan "buruk"?
dan apakah kita tidak bisa belajar dari setiap pergaulan kita??
Semakin kita memiliki pergaulan dari berbagai kalangan dan kita dapat mengetahui setiap karakter, maka kita akan semakin kaya dalam pengetahuan.
Saya Setuju, jika selektif dalam berteman atau bergaul disini membuat kita terhindar dari pengaruh buruk.. selektif membuat kita berada pada lingkungan positif dan dapat membuat kita ke arah yang lebih baik.
Jadi dua pendapat berlawanan saya tersebut memiliki alasan yang memiliki benang merah..
Kita dapat bergaul dengan siapapun, sekalipun anak kecil, orang tua, guru, satpam, boss, dan berbagai posisi lain, pemakai narkoba, preman atau lainnya selama kita dapat menguasai diri tidak larut dan mengambil manfaat dari semua orang tersebut..
So jangan batasi diri karna kenyamanan bergaul...
Minggu, 02 September 2012
Jika bukan orang sembarangan, jangan buang sampah sembarangan..!
Mengeluh Jakarta kotor..., mengeluh jakarta banjir,, membuat perbandingan dengan malaysia dan singapore..
Apakah kita pernah melakukan ini..?? tentu kan..
dan apakah juga kita membuang sampah sembarangan..? bungkus permen, tissu atau kertas Tol..??
Kalau hal ini juga dilakukan, masi pantaskah kita mengeluh...
Tentunya kita juga bisa berfikir.., "bukan saya sendiri ko yang melakukan itu, malah banyak yang lebih parah lagi.., apa cuma karna buang sampah segitu saja bisa dampak besar.? jangan lebay deh"
hmm, kalau mayoritas warga Jakarta berfikiran begini, maka jangan harap jakarta akan bersih 10 tahun ke depan, malah bisa jadi akan semakiin parah.. Kita berfikir sampah itu kecil dan tidak akan berdampak besar, tapi jika semua orang begitu maka sampah tidak lagi sedikit. "Ah hanya satu bungkus permen" bagaimana jika 100 orang beranggapan begitu, maka ada 100 bungkus permen yang berserakan.
"Saya mencoba untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi saya jarang menemui tempat sampah di area jalan, ya terpaksa saya buang sembarangan. Coba pemerintah menyediakan tempat sampah yang banyak, tentu saya akan buang sampah pada tempatnya"
hmm... bagaimana dengan ini?? apakah terus kita halalkan buang sampah dimana saja??
Kalau begitu kita hanya seorang penuntut, selalu ingin dilayani dan merasa pantas untuk dilayani, tak pernah ada kecintaan untuk menjaga kota bersih. Hanya menuntut dan menunggu fasilitas, padahal kita tau pemerintah akan menomor sekiankan urusan tempat sampah atau kebersihan kota.
Ingin bersih seperti Singapore tapi tidak mencontoh warganya yg selalu buang sampah pada tempatnya.., akui lah kl kita hanya pengeluh dan orang sembarangan.
Jika tak ingin disebut sembarangan, maka jangan buang sampah sembarangan...!
Mari patahkan pernyataan itu dan kita coba untuk diri sendiri sebagai orang yang bersih dan membuang sampah pada tempatnya, walaupun itu hanya bungkus permen. Jadikan diri kita bukan pengeluh, dan memang ingin jakarta bersih...
Kalau mayoritas warga jakarta bisa melakukan hal ini, jakarta akan melangkah perlahan tapi pasti pada kebersihan...
Apakah kita pernah melakukan ini..?? tentu kan..
dan apakah juga kita membuang sampah sembarangan..? bungkus permen, tissu atau kertas Tol..??
Kalau hal ini juga dilakukan, masi pantaskah kita mengeluh...
Tentunya kita juga bisa berfikir.., "bukan saya sendiri ko yang melakukan itu, malah banyak yang lebih parah lagi.., apa cuma karna buang sampah segitu saja bisa dampak besar.? jangan lebay deh"
hmm, kalau mayoritas warga Jakarta berfikiran begini, maka jangan harap jakarta akan bersih 10 tahun ke depan, malah bisa jadi akan semakiin parah.. Kita berfikir sampah itu kecil dan tidak akan berdampak besar, tapi jika semua orang begitu maka sampah tidak lagi sedikit. "Ah hanya satu bungkus permen" bagaimana jika 100 orang beranggapan begitu, maka ada 100 bungkus permen yang berserakan.
"Saya mencoba untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi saya jarang menemui tempat sampah di area jalan, ya terpaksa saya buang sembarangan. Coba pemerintah menyediakan tempat sampah yang banyak, tentu saya akan buang sampah pada tempatnya"
hmm... bagaimana dengan ini?? apakah terus kita halalkan buang sampah dimana saja??
Kalau begitu kita hanya seorang penuntut, selalu ingin dilayani dan merasa pantas untuk dilayani, tak pernah ada kecintaan untuk menjaga kota bersih. Hanya menuntut dan menunggu fasilitas, padahal kita tau pemerintah akan menomor sekiankan urusan tempat sampah atau kebersihan kota.
Ingin bersih seperti Singapore tapi tidak mencontoh warganya yg selalu buang sampah pada tempatnya.., akui lah kl kita hanya pengeluh dan orang sembarangan.
Jika tak ingin disebut sembarangan, maka jangan buang sampah sembarangan...!
Mari patahkan pernyataan itu dan kita coba untuk diri sendiri sebagai orang yang bersih dan membuang sampah pada tempatnya, walaupun itu hanya bungkus permen. Jadikan diri kita bukan pengeluh, dan memang ingin jakarta bersih...
Kalau mayoritas warga jakarta bisa melakukan hal ini, jakarta akan melangkah perlahan tapi pasti pada kebersihan...
Jumat, 31 Agustus 2012
Aku bangga Indonesia negeriku..
Beruntung saya bekerja di tempat yang membuat saya dapat menjelajaji beberapa pulau di Indonesia, setidaknya Sedikit Sumatra, Jawa, Lombok, Bali dan Kalimantan telah saya jajaki (*walaupun belum sampai pelosok). Sehingga saya mulai kenal Indonesia...
Bangga, adalah kata-kata yang ingin saya ungkapkan, betapa bangganya saya menjadi warga Indonesia....
banyak sekali yang dapat saya banggakan., keindahan, kekayaan, keragaman yang tidak ada di negara lain.,
Jika kita menanyakan kepada teman-teman bagaimana daerah asalnya, maka rata-rata akan menceritakan ke-khas-an tempat itu, baik dari sisi alam, makanan sampai budayannya.
Sehingga dugaan bahwa indonesia sebagai NEGARA ATLANTIS saya yakini sekali..
Legenda tentang Atlantis ditemukan pada buku filsafat yunani kuno, yakni buku Criteas dan Timaeus. Dikisahkan Plato (*tokoh filusuf Yunani) bahwa ada sebuah negeri yang sangat kaya hasil bumi nya dan memiliki peradaban yang sangat maju, hanya saja terjadi gempa dan menenggelamkan negeri tersebut dalam semalam. Hal inilah yang membuat banyak penelitian tentang negara Atlantis itu, beberapa peneliti menduga bahwa Indonesia sisahan negeri Atlantis.
Tetapi saya tidak akan membahas mengapa Indonesia bagian dari negara Atlantis, terlepas dari itu.. Indonesia memang negara yang sangat kaya.. kaya sekali. Indonesia hanya memiliki 2 musim ini yang menyebabkan tanahnya begitu subur sehingga tidak perlu menunggu musim baru bisa menanam. Jika kita ingat lagu Koes Plus "Kolam Susu"
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Yup, Koes plus sangat memiliki dasar dalam membuat lirik tersebut, belum lama ini kurang dari satu tahun dari sekarang saya melihat orang mengambil udang dari sungai yang mengalir di Kalimalang. Woow, udang...
Kita tau kan kalimalang itu airnya seperti apa.., ya kalau ikan sapu-sapu masih wajar, tapi udang di air sekotor itu. kalau bukan karna memang negeri yang kaya tak akan bisa menghasilkan udang (*bayangkan jika kalimalang airnya baik). walaupun saat itu hujan lebat sempat mengguyur daerah bekasi dan jakarta sehingga menyebabkan adanya udang tersebut.
Saat ini pun saya sedang intens ke kalimantan tepatnya Kalimantan Selatan Banjarmasin yang terkenal dengan kota seribu sungai (*kata orang setempat sudah berkurang menjadi 500 karna adanya bangunan) itu mudah sekali mendapatkan ikan.. Di perjalanan banjarmasin kita akan mendapati sungai sungai kecil yang banyak, dan akan ada orang2 yang memancing dengan pancingan alakadarnya dan selalu ada ikan.. Mau tau rasanya ikan itu... wuenaaaak, guriih. saya selalu suka dengan ikan disana.
Ini baru sungai saja, masih BUANYAAAAAAAK lagi, pernah tau ubur2 yang tidak menyengat???? hanya ada dua lokasinya di dunia yaitu: Jellyfish Lake di Palau, Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik dan Danau Kakaban yang ada di Kepulauan Derawan, Berau Kalimantan Timur.. Itu di Indonesia Bung...!! dan danau ini Danau ubur-ubur terbesar di Dunia..woow (bersyukur saya terlahir di negeri ini).
Bagaimana dengan batubara, tembaga, perak, emas..... semua ada di Indonesia. Jayapura itu tidak layak disebut sebagai "tembagapura" seharusnya lebih pas adalah "emaspura" karna disana terdapat emas yang sangaaaat banyak, ada sebesar gunung bahkan lebih. Trik penyebutan tembagapura ini berkaitan supaya bangsa Indonesia terkelabui kl sebenarnya bukan hanya tembaga tapi emas juga sangat banyak. Sayangnya emas kita saat ini dimanfaatkan oleh Freeport, perusahaan milik Amerika ini merampok emas-emas milik jayapura, Indonesia (*menyesal sekali suharto menandatangani proyek perampokan ini dan masi diteruskan).
Bagaimana dengan kekayaan yang ada di dalam laut, di darat, keragaman tumbuhan dan hewan....
Menjelaskan satu persatu kekakayaan Indonesia, tidak akan pernah bisa cukup. Kita bisa searching untuk mengetahuinya.., bagaimana juga dengan budaya, adat istiadat, bahasa...
Bahasa Indonesia memiliki keragaman yang sangat banyak (namanya juga beragam..heheh). bahasa saja kita memiliki 726, terdiri dari 719 bahasa lokal/daerah (masih aktif digunakan sampai sekarang), 2 bahasa sekunder tanpa penutur asli, dan 5 bahasa tanpa diketahui penuturnya itu... Budaya, pakaian daerah dan lainnya... sangat beragam. Coba searching negara mana yang memiliki keragaman yang jumlahnya sebanyak Indonesia ini.....??? (*masih ingat malaysia mau merebut batik dan tari reok kita..??)
Miris, sedih, entah apa lagi yang harus dikatakan kepada warga Indonesia ini yang begitu malu terhadap negerinya, bahkan benci pada negaranya. Padahal cuma Jakarta yang diketahui, tambahlah bandung, bogor (kabanyakan org jakarta tau)... atau hanya karna ulah pemerintahan yang ada.. terus?? kl sudah benci dan tak suka negara Indonesia nya gmn??? membiarkan Indonesia hancur secara bertahap..??
Jika pernah nonton tayangan Kick Andi atau Hitam Putih, warga asing yang cinta dengan Indonesia bahkan ingin menjadi warga negara Indonesia, apa yang kita rasakan?? Bangga atau sedih??
Mari ketahui Indonesia lebih dalam lagi dalam segala aspek sehingga kita kenal negara Indonesia ini, maka tumbuhlah rasa cinta dan bangga...
Saya cinta Indonesia......
Bangga, adalah kata-kata yang ingin saya ungkapkan, betapa bangganya saya menjadi warga Indonesia....
banyak sekali yang dapat saya banggakan., keindahan, kekayaan, keragaman yang tidak ada di negara lain.,
Jika kita menanyakan kepada teman-teman bagaimana daerah asalnya, maka rata-rata akan menceritakan ke-khas-an tempat itu, baik dari sisi alam, makanan sampai budayannya.
Sehingga dugaan bahwa indonesia sebagai NEGARA ATLANTIS saya yakini sekali..
Legenda tentang Atlantis ditemukan pada buku filsafat yunani kuno, yakni buku Criteas dan Timaeus. Dikisahkan Plato (*tokoh filusuf Yunani) bahwa ada sebuah negeri yang sangat kaya hasil bumi nya dan memiliki peradaban yang sangat maju, hanya saja terjadi gempa dan menenggelamkan negeri tersebut dalam semalam. Hal inilah yang membuat banyak penelitian tentang negara Atlantis itu, beberapa peneliti menduga bahwa Indonesia sisahan negeri Atlantis.
Tetapi saya tidak akan membahas mengapa Indonesia bagian dari negara Atlantis, terlepas dari itu.. Indonesia memang negara yang sangat kaya.. kaya sekali. Indonesia hanya memiliki 2 musim ini yang menyebabkan tanahnya begitu subur sehingga tidak perlu menunggu musim baru bisa menanam. Jika kita ingat lagu Koes Plus "Kolam Susu"
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Yup, Koes plus sangat memiliki dasar dalam membuat lirik tersebut, belum lama ini kurang dari satu tahun dari sekarang saya melihat orang mengambil udang dari sungai yang mengalir di Kalimalang. Woow, udang...
Kita tau kan kalimalang itu airnya seperti apa.., ya kalau ikan sapu-sapu masih wajar, tapi udang di air sekotor itu. kalau bukan karna memang negeri yang kaya tak akan bisa menghasilkan udang (*bayangkan jika kalimalang airnya baik). walaupun saat itu hujan lebat sempat mengguyur daerah bekasi dan jakarta sehingga menyebabkan adanya udang tersebut.
Saat ini pun saya sedang intens ke kalimantan tepatnya Kalimantan Selatan Banjarmasin yang terkenal dengan kota seribu sungai (*kata orang setempat sudah berkurang menjadi 500 karna adanya bangunan) itu mudah sekali mendapatkan ikan.. Di perjalanan banjarmasin kita akan mendapati sungai sungai kecil yang banyak, dan akan ada orang2 yang memancing dengan pancingan alakadarnya dan selalu ada ikan.. Mau tau rasanya ikan itu... wuenaaaak, guriih. saya selalu suka dengan ikan disana.
Ini baru sungai saja, masih BUANYAAAAAAAK lagi, pernah tau ubur2 yang tidak menyengat???? hanya ada dua lokasinya di dunia yaitu: Jellyfish Lake di Palau, Micronesia di kawasan tenggara Laut Pasifik dan Danau Kakaban yang ada di Kepulauan Derawan, Berau Kalimantan Timur.. Itu di Indonesia Bung...!! dan danau ini Danau ubur-ubur terbesar di Dunia..woow (bersyukur saya terlahir di negeri ini).
Bagaimana dengan batubara, tembaga, perak, emas..... semua ada di Indonesia. Jayapura itu tidak layak disebut sebagai "tembagapura" seharusnya lebih pas adalah "emaspura" karna disana terdapat emas yang sangaaaat banyak, ada sebesar gunung bahkan lebih. Trik penyebutan tembagapura ini berkaitan supaya bangsa Indonesia terkelabui kl sebenarnya bukan hanya tembaga tapi emas juga sangat banyak. Sayangnya emas kita saat ini dimanfaatkan oleh Freeport, perusahaan milik Amerika ini merampok emas-emas milik jayapura, Indonesia (*menyesal sekali suharto menandatangani proyek perampokan ini dan masi diteruskan).
Bagaimana dengan kekayaan yang ada di dalam laut, di darat, keragaman tumbuhan dan hewan....
Menjelaskan satu persatu kekakayaan Indonesia, tidak akan pernah bisa cukup. Kita bisa searching untuk mengetahuinya.., bagaimana juga dengan budaya, adat istiadat, bahasa...
Bahasa Indonesia memiliki keragaman yang sangat banyak (namanya juga beragam..heheh). bahasa saja kita memiliki 726, terdiri dari 719 bahasa lokal/daerah (masih aktif digunakan sampai sekarang), 2 bahasa sekunder tanpa penutur asli, dan 5 bahasa tanpa diketahui penuturnya itu... Budaya, pakaian daerah dan lainnya... sangat beragam. Coba searching negara mana yang memiliki keragaman yang jumlahnya sebanyak Indonesia ini.....??? (*masih ingat malaysia mau merebut batik dan tari reok kita..??)
Miris, sedih, entah apa lagi yang harus dikatakan kepada warga Indonesia ini yang begitu malu terhadap negerinya, bahkan benci pada negaranya. Padahal cuma Jakarta yang diketahui, tambahlah bandung, bogor (kabanyakan org jakarta tau)... atau hanya karna ulah pemerintahan yang ada.. terus?? kl sudah benci dan tak suka negara Indonesia nya gmn??? membiarkan Indonesia hancur secara bertahap..??
Jika pernah nonton tayangan Kick Andi atau Hitam Putih, warga asing yang cinta dengan Indonesia bahkan ingin menjadi warga negara Indonesia, apa yang kita rasakan?? Bangga atau sedih??
Mari ketahui Indonesia lebih dalam lagi dalam segala aspek sehingga kita kenal negara Indonesia ini, maka tumbuhlah rasa cinta dan bangga...
Saya cinta Indonesia......
Rabu, 29 Agustus 2012
Mencari Kebahagiaan....
Semua orang ingin bahagia, pasti! atau apakah anda tidak ingin bahagia?? Tidak mungkin..
bahkan semua yang kita lakukan adalah untuk mendapatkan kebahagiaan dengan cara baik ataupun tidak.. dan sudahkan Anda mendapatkan kebahagiaan itu...???
Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan kebahagiaan, biasanya ini dipengaruhi oleh latar belakang kehidupannya.
Kaya raya, memiliki pasangan yang tampan/ cantik, memiliki anak yang baik dan sukses, jabatan yang tinggi, populer.... itu adalah sedikit diantara keinginan-keinginan yang dapat menghasilkan kebahagiaan (*katanya). Tapi apakah benar?? setiap orang yang memiliki semuanya atau salah satu diantaranya dapat memperoleh kebahagiaan..??
Saya tentu juga memiliki keinginan untuk memperoleh kebahagiaan, dan saya juga termasuk yang mengingikan harta melimpah, tapi tentu itu butuh proses karna saya bukan yang terlahir dengan gemilang harta.. lantas kl begitu saya belum memiliki kebahagiaan dunk..??
Tentunya kita jg sering mendengar ada pernyataan "tidak jamin semua itu bisa membuat bahagia, buktinya si A kaya raya, tp dia tidak terlihat bahagia"
Yap, benar memang... tp kali ini saya tidak akan membahas sebab-sebab orang dapat bahagia.
Semalam, saya menonton acara "Hitam Putih" di salah satu TV swasta, saat itu ada bintang tamu Pricilia smith, seorang wanita tuna netra yang memiliki sekolah "school of life" berlokasi di Semarang. Sekolah tersebut ditempati oleh orang-orang yang dibuang oleh keluarganya seperti yang cacat fisik, mental atau sebab-sebab lainnya. Pricilia membiayai semuanya dengan bekerja apa saja, mulai dari jualan pulsa, jualan baju sampai menyanyi pada wedding.
Sebetulnya contoh-contoh orang hebat seperti ini bukan baru saya tau, tentu masih banyak.. membangun sekolah untuk anak jalanan, membantu para PSK, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan beasiswa dan banyaaaaaak lagi.
Lalu apa yang sebenarnya mereka cari...?? kebahagiaan..??
yap, pasti kebahagiaan. Pernahkah kita membantu seorang teman yang membutuhkan, walaupun sekedar memberikan pulsa kita untuk menelpon dan dia merasa sangat terbantu. Saat itu apa yang kita rasakan?? bahagia?? iya, rasa puas, rasa senang dapat membantu. Kita menjadi pribadi yang berguna.
Hal sederhana inilah yang membuat kita menjadi manusia yang sesungguhnya, manusia yang bahagia... Banyak banyak lah membantu, maka kita akan dibantu Tuhan dalam segala urusan. banyak banyak lah memberikan manfaat, maka kita akan merasa menjadi manusia..
Tidak melulu bantuan itu berupa harta, bantuan fisik, bantuan ilmu, apapun bentuk yang dapat kita lakukan, maka lakukan lah.. dan rasakan lah dengan hati., hidup akan bermakna dan kita akan selalu bersemangat menjalani kehidupan ini..... begitupun keinginan manusiawi akan mengikutinya dan pastinya bahagia.. Coba deh...
Langganan:
Postingan (Atom)