Kamis, 06 November 2014

Makassar, Kota Maju di Celebes... (Part I)



Salah satu kota yang selalu ingin saya kunjungi adalah Makassar, daya tariknya membuat saya ingin berkunjung kesana... Kota yang melahirkan banyak pengusaha Nasional yang juga membangun kotanya sendiri sehingga, Makassar cukup maju dibanding propinsi Sulawesi lainnya..

Sebelum berangkat ke Makasar, berbagai informasi dari internet saya kumpulkan supaya perjalanan efektif dan efisien.  Setelah tempat mana saja yang ingin dikunjungi dan menghitung berapa budgetnya, akhirnya saya putuskan berangkat bersama teman kantor. Beruntung kami memiliki teman di Makasar jadi untuk urusan akomodasi dan hotel sudah berees... bisa hemat pulaa.. hehe

Pesawat Citilink kami gunakan untuk mengantar ke Makasar, dengan pesawat jam 05.55 pagi sampai di Makasar 09.25 WITA. Salah satu kesukaan saya mengunakan citilink adalah tepat waktu, kalaupun meleset tidak akan lama.
Tiba di Makasar, kami disambut dengan bandara Ujung Pandang yang cukup bagus.. tanda kota yang sudah cukup maju..
Inilah keuntungan memiliki koneksi di tempat yang ingin dikunjungi, jadi kami langsung dijemput dan diantar kemanapun kami mau... dan perjalanan pun dimulai.. Cihuuuuyy.

Kemajuan kota Makasar sudah terlihat bukan hanya di bandaranya yang berlokasi di Maros, tetapi perjalanan menuju Kota dan Bandara Ujung Pandang langsung dapat melalui TOL, layaknya kita Jakarta.. Bagusnya Tol nya lancaaaaaaaar... bedanya dengan Jakarta...
Tol ini dikelola pihak swasta BOSOWA yang memang perusahaan swasta milik putra Makasar yang cukup menguasai daerahnya..

Rute pertama adalah menikmati sarapan makanan khas, yang sangat terkenal yaitu COTO MAKASSAR.., disinilah kami bertemu teman-teman saya yang akan menemani berjalan-jalan..
Makan coto Makasar di resto yang bernama Coto Nusantara sungguh menggungah selera makan saya, mungkin juga karna lapar...., maklum dipesawat kan tidak dapat makanan.. hehhe
Restonya tidak mewah, tetapi kualitas makanannya mewah... wuenaaak tenan lah.

Karena kebetulan teman kami memang bekerja di salah satu bagian group BOSOWA, yaitu di Yayasannya bagian sekolahnya.. setelah sarapan kami mampir ke sekolah internasional milik bosowa dan Universitas 45 yang sudah dimiliki juga..
Lobi Sekolah Bosowa




Selesai berkunjung, saatnya makaaan, memang di daerah manapun wisata kuliner itu wajib, setiap daerah punya cita rasa tersendiri. Kali ini kami menikamati menu laut... yummiii bgt, saya lupa nama ikannya apa, tapi besar-besar.. dagingnya tebaaal... begitu juga cuminya.. mantabb. Resto Lae lae, yang ramai itulah tempat kami makan...

Sambil menunggu mobil jemputan, kami sempatkan chekin hotel. Kebetulan sekali hotelnya dekat dengan tempat makan jadi cukup dengan jalan kaki. Hotel Aryaduta, hotel lama nan megah dengan posisi tepat di depan pantai Losari, dan beruntungnya saya kamar kami pun memiliki view pantai tersebut... istirahat yang menyenangkan.. ^_^

Waktu terus bergerak ke sore hari, tetapi matahari di Makasar tampak tidak pernah berhenti menyinari kota.. Teriknya itu membuat kami memutuskan untuk berkeliling kota Makasar dulu.. lokasi pertama Benteng FORT ROTERDAM

Depan Benteng

Bnetuknya seperti penyuu kaan..??



Masuk museum berharap dipandu atau dapat brosur gituuuu... ternyata tetap harapanku na’as.. -_- masuklah kami ber2 ke dalam museum yang sepi dan tak berpenghuni itu.. koleksi museum yang sangat menarik ini sangat disayangkan seperti tidak diperdulikan, memang ada CCTV tapi tak ada yang melihat CCTV itu, sangat mudah untuk dicuri.. ya wajar kalau peninnggalan sejarah Indonesia suka berada di negara lain..


Museum pertama bercerita tentang sejarah kerajaan Gowa – Tallo dan masuknya Islam di Makasar, sedangkan museum kedua bercerita tentang zaman prasejarah bagaimana dulu mereka mendapatkan makanan dan alat2nya...  koleksi museum ini beragam sekali dari mulai bendera kerajaannya, kain, rumah-rumah adat, ritual ritualnya... Karena memang di sulawesi banyak ditemukan situs2 prasejarah.  Memori saya langsung muncul teringat masa belajar sejarah tingkat SMP/ SMA yang selalu mengantuk mendengarkannya..  Padahal sejarah sangat menarik kalau dikenalkan dengan cara menarik (*nyalain guru)

Toraja masa lalu hingga saat ini

Bendera kerajaan Gowa-Tallo

Sebagian isi Museum yang sepi ini


Ada yang menarik ketika saya temukan bagaimana para nelayan zaman duluuuuuu menangkap ikan, yaitu membuat rumah ikan yang pernah saya temukan banyak sekali di pantai angsana (baca: wisata pantai angsana, kalsel)..  keren ya, sampai sekarang masih efektif dan tidak merusak biota laut jugaa
keren ya, masih ada smpe sekarang


Ya begitulah sebagain isi museum ini..., menarik tetapi ditinggalkan... 

Selesai dari museum berkeliling ke benteng-benteng yang lain, saat berkeliling kami menemukan petunjuk perpustakaan, berharap mendapatkan brosur atau keterangan tentang benteng ini yang dapat di baca.., sempat bertanya kepada salah seorang petugas yang ada di salah satu bangunan (benteng ini sebagian besar bangunannya dipakai perkantoran pemerintahaan). Tapi tak juga saya temukan dimana perpustakaan itu.., malah yang   ada tumpukan kayu-kayu bekas, meja tenis dengan tumpukan lainnya.. kotor juga.. belum lagi tembok yang dicorat coret penuuuh.. hiks hiks sedih liatnya..


sepanjang tembok bagian belakang atas pojok dicorat coret gini ni


Letih mencari perpustakaan yang tak kunjung ketemu, akhirnya kami keluar dari benteng dan menuju tempat selanjutnya...,
Kebetulan teman kami yang di Makasar bukan penggemar wisata sejarah seperti saya, tetapi menyukai pantai.. dibawahlah kami ke pantai gapura.. pantai ini dekat dengan Fort Rotterdam, bisa jalan kaki juga.. Entah kenapa dinamakan pantai gapura, mungkin karena pintu masuknya harus memalui resort gapura dulu..  Yup, unik ya.. jadi kalau mau ke pantai ini harus masuk ke Resortnya dulu tetapi tidak berbayar, jadi bisa jadi memang nama itu memang dibuat oleh resort tersebut.

Uniknya pantai di kota makasar, kita tidak menikmati pasir lautnya, karena sudah dibangun pantai tersebut dengan bangunan, sperti juga pantai gapura ini. Resort yang dibangun diatas pantai ini memberikan sensasi berbeda, seperti kita menginap di atas laut, dan deru ombaknya keliatan kencang..
Resort Gapura

Menunggu sunset yang belum datang


Tik tok tik tok... lama menunggu sunsite yang tak kunjung datang (ya iyalah masih jam 5 sore kita disana) akhirnya saya putuskan untuk ke Benteng Somba Opu. Lucunya kata teman saya yang tinggal disana itu jauuuh bisa mencapai 1 jam.., tapi pas kami tetap pergi.... ternyataaa dekat, bahkan tidak sampai 30 menit... haddeeeh kayaknya dia hanya malas jalan kaki nya ketika di lokasi nanti, maklum Makassar cukup panas juga.

Sampai di Benteng tersebut, dapat kita masuki tanpa berbayar berisi rumah adat suku - suku yang ada di Sulasewi, layaknya taman mini nya indonesia di Jakarta amat sangat tidak terawat... daun yang kering berguguran bertumpuk, sampah – sampah makanan berserakan, bahkaaan rumah – rumah adat tersebut ditinggali oleh tuna wisma jadi kita tidak bisa masuk ke dalam rumah adat tersebut. Selain itu juga ada jemuran jugaa dan  anjing peliharaan mereka yang  berkeliaran.. kendaraan bermotor berseliweran dengan kencang di area benteng ini, jadi ngeri juga pas jalan-jalan.. waduh waduh.....

Padahal ini aset wisata berharga..., kita cukup ke Benteng Somba Opu untuk melihat rumah adat dan bisa masuk ke dalamnya untuk menikmati suasana di adat setempat. Di lokasi ini pun terdapat air sungai besar layaknya bendungan yang cukup indah untuk dinikmati.., dijaga yuuk daeng..
Salah satu rumah Adat

disamping rumah adat ada jemuran iniiii...

Sungai di Somba Opu

Foto sambil ketakutan di gugukin Anjing dari belakang

Dari Somba Opu kami kembali ke hotel, untuk beristirahat dan membersihkan diri.. teman saya pun pulang ke rumahnya... tapi perjalanan hari pertama belum selsai. Saya berdua dengan teman saya selesai membersihkan diri kembali jalan lagi.. menelusuri depan hotel yang sambil mencari kuliner yang pas.. Kali ini kami mencoba desert yang cukup terkenal di antero Jakarta bahkan sempat membuming dimana-mana ada.. yaituuu Es Pisang Ijo...., Pesanan kami satu es pisang ijo, satu Es Palu Butung yang ternyata sama aja kayak es pisang ijo Cuma pisangnya tidak dibalut si hijau... serta satu mangkuk bakso (*baksonya unik). Kenapa satu porsi semua, karna porsinya disini tuuh supeeeeer besaaaar...
Kenyang makan yang segar –segar, saat nya jalan di pantai losari..  

Pantainya penuuuuh manusia dan aneka jualan baik mainan maupun makanan, spertinya warga disini menghabiskan waktunya di Losari.. , Cuma ya penyakiit dimana-mana ituuu adalah membuang sampahnya semaunyaa aja.. di lautnya juga dibuang.. huft, suseh ye buang pada tempatnya,, tapi memang seputaran pinggir losari tidak ada tempat sampah jugaa, yang ada Cuma besi pengait untuk tempat sampah yang diisi dengan plastik... ada keunikan yang menjadi daya tarik wisatawan juga yaitu dibangunnya masjid terapung disini seperti di Saudi Arabiah – Jeddah. Masjid yang dibangun diatas air ini, cukup nyaman dan bersih.. Untuk beribadah dan sekedar beristirahat sejenak membuat suasana hati lebih nyaman dan tenang.. karena kunjungan kami pada saat musim kemarau maka airnya surut, tetapi pada saat pasang tampang seperti mengapung di air...




Masjid terapung tampak Malam

ni dia ni di siang hari



Saat kembali ke hotel disepanjang jalan depan hotel berjejer Jajanan Pisang Eppe, spsertinya makassar memang cinta dengan pisang, jananannya banyak tema pisang.. Pisang Eppe ini pisang yang dibakar setengah matang kemudian dipipihkan dengan alat lalu diberi berbagai rasa.. Rasa yang diawarkan adalah coklat, keju, kelapa dan duren... karna saya berdua saya memilih dua, rasa duren dan rasa kelapa.. Cuma ya hanya pilihan saja, karna duren dan kelapa nya tidak ada yang ada Cuma coklat dan keju.. ya terpaksa deh pilih dua rasa itu. Apapun pilihan rasamu, semuanya pasti ditambahkan coklat.. hmmmm, cukup enak sebenarnya hanya saja kami masih agak kenyang dan rasa yang diinginkan tidak ada... 






Perut yang penuh ini meminta kembali lagi ke hotel untuk istirahat dan tidur, Pantai Losari pun mulai ringan bebannya dengan berkurang jumlah manusia yang ada disana...
Hari pertama di Makasar cukup membuatku cepat tidur dan beristirahat dengan cantiknya untuk menyiapkan anggenda keesokan harinya...


 


Rabu, 22 Oktober 2014

Uniknya Sahabat - Sahabatku


Beragam kisah menceritakan tentang sahabat, bahkan beberapa lirik lagu juga menceritakan hubungan persahabatan….

Hampir tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan sahabat, bahkan hubungan keakrabannya bisa melebihi keluarga atau pasangan…

Di sahabatlah kita berbagi kisah, baik itu bahagia maupun sedih, dari sahabat lah kita jg dapat menemukan solusi permasalahan dan bantuan..

Hal inilah yang membuat saya bersyukur memiliki sahabat…
Sahabat yang unik…, kali ini saya ingin berbagi kisah tiga sahabat jauh karena mereka beda propinsi ^_^


Sahabat pertama, yang terunik.. Puspita Nilam Sari

Puspita Nilam Sari, dari namanya mungkin sebagian orang akan beranggapan bahwa dia wanita yang “girly”… bisa jadi itu harapan ibu nya…

Nilam dengan hoby nya melayani
Diawali pertemuan tugas kerja di Palangkaraya. Saya dan Nilam satu tim.., makin lama kedekatan kami tidak terbatas pekerjaan tetapi juga pertemanan, banyak hal yang membuat kita klik…

Jika seorang lahir memiliki rasa malu, sepertinya Nilam ini tidak memilikinya…
Ia orang yang apa adanya, baik sikap maupun performancenya… , selalu membuat tertawa dan cara tertawanya layaknya buto ijo yang merasa menang, tetapi dengan suara wanita… hua ha ha ha ha

Sebagai satu tim kita bekerja bersama, domisil kerja Nilam di Banjarmasin, sedangkan saya Jakarta.. dalam satu bulan saya bisa dua kali kesana..
Sebenarnya Nilam tidak banyak memiliki keahlian, walaupun dari jurusan Bahasa Inggris, tetapi kemahirannya masih dipertanyakan (mungkin karena tidak pernah dipakai), seandainya tes komputer juga bisa ditebak kalau ia tidak akan lulus, kalau buat laporan tidak pernah rapi.., sampai sekarang saya tidak tahu apa keahlian khusus dia.. heheheh

Selain itu, meja kerja dan ruangannya tidak pernah rapi, bukan seperti kapal pecah lagi tetapi seperti kapal yang sudah pecah dan dihempas badai tsunami….
Bahkan dia membutuhkan jasa teman pria untuk merapikannya (dedy haryadi: sahabat ke-3)

Tetapi ia seorang yang dapat melakukan tugas pekerjaannya, seorang yang loyal juga tidak pernah mengeluh… hal ini lah yang membuat ia mendapatkan posisi bagus di pekerjaannya dan disukai banyak orang dari yang muda hingga orangtua.., biasayanya yang tidak menyukainya lebih kepada rasa cemburu atau iri padanya. Padahal tidak ada sisi manapun dari dia yang bisa membuat orang iri menurut saya… ^_^

Sering lupanya ia yang membuat saya suka kesal padanya,.. entah kenapa ia sering lupa begitu.., mungkin ia tidak focus atau stuktur otaknya mengalami penuaan… heheheh

Begitulah Nilam, bagaimanapun karakter dan gayanya ia sosok yang menyenangkan dan sahabat baik saya….


Sahabat tersabar, Ahmadi Marta

Ahmadi Marta, Pria kelahiran Kalimantan Selatan ini berjenis kelamin Laki-kali..,
Kenapa saya sampaikan begitu karena awalnya saya tidak tau kalau nama depannya “Ahmadi”.
Sebelum bertatap muka dengannya, namanya sudah sering menjadi bahan pembicaraan di teman kerja saya saat itu.. tetapi dengan panggilan “Marta”…
Umumnya nama Marta seorang wanita.., jadi saat kita membicarakannya saya terbayang adalah seorang wanita jutek… heheh

Akhirnya marta dimutasi ke tempat kerja kami sekarang SMA GIBS Banjarmasin domisili disana.., dan sebagian kami baru menyadari kalau dia ternyata seorang laki-laki…

Marta dengan gayanya

Marta, berbeda tim dari Nilam dan saya…, dia masuk diranah rawan yaitu keuangan.., wajah marta yang menurut saya biasanya memiliki fans maniak dikalangan siswi… Mungkin karena Marta juga menjabat sebagai “kakak” Pembina PMR yang berinteraksi dengan siswa -siswi

Sahabat yang satu ini memang penyabar sekali, pernah saya marah kepadanya karena terlambat memproses keuangan, tetapi dia tidak pernah marah kembali.. sampai saat ini saya belum pernah melihat wajah marahnya…

Selain sabar dia juga rapi.., walaupun laki-laki dia rapi dalam pekerjaannya dan meja kerjanya…, saking rapi nya sering terlambat mengirimkan laporan keuangan kepada atasannya karena membereskan file satu persatu.., jadi kalau meminta data atau sesuatu sama marta harus terus menerus karena dia lagi beberes file teruus… fiuuuh

Hal yang menyebalkan dan bahkan tidak disukai oleh atasannya adalah sussaaaaaaahnya dihubungi atau membalas pesan.., Hp-nya disimpan di laci dalam kondisi silent tanpa getar dan tidak pernah di cek sampai berjam-jam. Jadi kalau mau menghubungi Marta harus melalui orang lain, biasanya saya melalui Nilam…

Pemuda yang satu ini gampang sekali tidur, apalgi di perjalanan. Baru masuk mobil beberapa menit saja matanya sudah sulit lagi terbuka…
Tetapi kalau dia jalan bareng saya, Nilam dan Hary, dia tidak akan kami biarkan tidur selalu kami goda… tapi ak pernah dia marah,.. sabar yaa

Walaupun sudah menikah di usia muda, Marta tidak membatasi waktunya… dia bisa fleksibel dan berkumpul bersama sahabat dan teman – temannya…

Kesabarannya sebagai teman yang dapat membuat sejuk suasana, dia juga tempat bertukar pilihan yang solutif.. memberikan masukan dan pendapat juga berdasarkan data. Untuk hal pekerjaan saya sering berkonsultasi dengannya…

Hal yang ingin sekali kami rubah dari Marta adalah berhenti merokok.., menderita asma tapi tak pernah kapok merokok..  huuff


Sahabat yang suka membantu, Dedy Haryadi

Dedy Haryadi, sahabat yang lebih lama saya kenal sebelum yang lainnya adalah dia.
Hary, biasa disapa adalah teman kantor saya sebelum di tempat kerja sekarang. Dulu tidak begitu dekat sekali hanya sebatas teman kerja dan ketawa ketiwi di kantor..

Hary, lagi ngapain ya??
Setelah dia putuskan pindah kerja di Banjarmasin, kita mulai bersahabat… anak Betawi yang berani merantau jauh ya dia ini Hary… datang ke Kalimantan untuk bekerja tidak sia-sia tentunya.. walau mengalami kegalauan yang berujung.., akhirnya Hary menemukan jodohnya di tanah Banua Banjarmasin… Pertemuan yang romantis mereka di sungai lumbah..
Sungai tersebut menjadi saksi cair pertemuan dan benih cinta mereka… aiiih uhuuuy

Sebagai teman lama, saya cukup mengetahui lebih karakternya.. hoby nya adalah membantu…, siapapun yang meminta bantuan padanya maka dia akan berikan bantuan, apapun yang dibutuhkan…
Dia juga suka beberes dan rapi-rapih, mungkin hoby nya main game tetris (game yang membuat orang jadi rapi). Apapun yang terlihat tidak sesuai maka segera dia rapikan. *konsep tetris menjaga keteraturan
Hary ini yang dimintakan bantuan Nilam untuk menata ruangan nya yang terkena badai tsunami itu…

Walaupun saat kegalauannya ia sempat bergaya – gaya cool, dan sempat tidak membaur dengan teman-teman lain….. akhirnya dia kembali seperti sedia kala.. bahkan cenderung lebih gila…. (*semoga karna bahagia)

Sahabat yang digemari oleh para Bapak dan Ibu orang tua siswa ini membuat dia sibuk menerima telepon dan hadiah dari para orang tua.. maklum Hary seorang yang services.. pelayanannya full…
Jadi kalau mau makan di luar, maka penting mengajak Hary ini.. Siapa tau ketemu orangtua siswa daaan kita akan dibayarkan oleh orangtua tersebut.. itu beberapa kali saya dan teman-teman alami…

Sayangnya saya belum menemukan hal yang dapat ditertawakan dari dia yang bisa ungkapkan disini.., perlu beberapa menit berfikir untuk itu tapi tak ketemu juga.

Ya begitulah hary, sisi positif dalam dirinya memang dominan… sehingga susah untuk bisa ditertawakan. Mungkin karena itulah dia sering menerima jabatan “kurir” si pemberi pesan untuk dua orang yang sedang dalam masalah…


Demikian, sekelumit profil para sahabat saya…. Sahabat yang memiliki karakter berbeda dan keunikan sendiri-sendiri. Bersama mereka lah tugas kerja saya di Banjarmasin menjadi berwarna dan ceria… selalu ada cerita menarik dan bermanfaat yang dapat kami bagi…

Biasanya saat kita memiliki sahabat, selalu ada kesamaan karakter. Itu memang saya rasakan. Ketulusan kerja Nilam dan keuletan dalam mengerjakan tugas kerja itu mungkin yang mirip dengan saya. Begitu juga kesabaran dan kerapihan Marta serta siap membantu dan memberikan pelayan baik seperti Hary mirip juga dengan saya…. Jadi segala karakter baik sahabat –sahabat saya ada di saya… hehhehe.., dan hal ini lah yang membuat kami dekat…



Minggu, 12 Oktober 2014

Wisata Pantai Angsana, Kalimantan Selatan





Saya bersyukur telahir di Indonesia, alam Indonesia selalu menarik untuk di explore.. Kali ini saya berkunjung di Kalimantan Selatan, pantai Angsana letaknya di tanah bumbu..

Tentunya saya tidak sendiri, bersama teman-teman dari Banjarmasin; Nilam, Martha, Ruly dan Hary… mereka domisili Banjarmasin

Perjalanan dimulai dari Bandara Syamsyudin Noor, Banjarmasin.. kami bertemu di restoran dekat Imigrasi Banjarmasin.. , Saat itu saya lapar dan harus mengisi amunisi dulu sebelum perjalan jauh..

Kami berlima berangkat menuju lokasi sekitar pukul 5 sore…, ternyata perjalanan ke pantai angsana cukup jauh melewati Banjarbaru – Plaihari – Asem asem – Kintab – Sungai Danau – Desa Angsana…. Tentunya ada singgah sebentar untuk shalat dan makan

break makan malam dulu di asam asam

Sampai di Desa Angsana pukul 10.30 malam…, kami agak kesulitan pencari lokasi, karena tidak ada pentunjuk arah jalan.., sehingga kami sempat bertanya ke beberapa orang, lucunya ada salah satu yang memberi penjelasan negatif menuju arah angsana.., tapi itu tak terbukti.., kami hanya harus melewati perkebunan sawit kurang lebih 30 km. Karena jalan yang tidak bagus dan tanpa penerangan sehingga mobil tidak dapat berjalan cepat.. Ada rasa kawatir juga. Tapi akhirnya tibalah kami di Pantai Angsana.
Deru ombak pantai jelas sekali kami dengar di malam itu, dan ada beberapa kelompok orang yang sedang “bakar2an” serta tenda tempat menginap.. tidak terlalu ramai memang…

Tantangan perjalanan selanjutnya mencari penginapan.., sedikit mengecewakan juga si… saat tiba di satu-satunya resort yang ada disana MP Resort Angsana Beach, ternyata hrs melalui seperti calo, kenapa saya sebut calo, karena orang tersebut karyawan Resort tapi tidak berseragam, nongkrong depan resort dan tidak memberikan pelayanan yang baik, harga yang diberikan sedikit lebih mahal, harga normal Rp. 400.000,- tapi kami dapat harga Rp. 500.000,- dengan kamar mandi diluar kamar. Karena itu kami mencari penginapan lain di rumah-rumah penduduk… Tapi sayang sekalii tidak terawat dengan baik dan harga pun tidak sebanding Rp. 350.000,-  ya dengan terpaksa kami pun kembali ke resort tadi. Dengan rasa kecewa kami menginap di resort yang channel TV kamar saya cuma dapat TVRI dan 2 channel lain yang isinya cuma iklan saja -___-“

Letih diperjalanan membuat kami tidak melakukan aktivitas lagi dan tidur hingga shubuh..

Lepas Shubuh, kami mulai dengan explore pantai angsana, Bakar jagung yang rencananya malam diganti pagi hari…

Pukul 5.45 AM

suasan pagi.. sepiii
Bakar jagung, campur pasiir.. kerenyes-kerenyes ^_^
Menikmati pantai angsana di pagi hari lebih menyenangkan buat saya, karena masi sepi… serasa pantai hanya milik kami saja…

Tanpa sengaja kami menemukan satu makam anak kecil di depan resort ditengah menuju bibir pantai, ternyata makam ini di kramat kan, uniknya warga disini yaa.. ditempat wisata diisi area mistis disaat orang bergembira menikmati pantai, jadi tidak ada rasa angkernya… 


Setelah puas dengan jalan –jalan seputaran pantai dan menikmati sarapan pagi dengan jagung. Kami kembali ke resort.. explore resort kali ini, berenang

kolam renang resort, hanya kami berempat
Sebenarnya resort ini cukup ideal, hanya saja pelayanannya kurang dan lucunya berenang pun menggunakan tiket untuk siapapun.. padahal kami menginap disana.. tetapi tiket yang diberikan hanya 2 setiap kamarnya… sepengetahuan saya setiap resort atau hotel jika kita sudah menginap maka kita dapat berenang gratis.. Jadi satu teman saya harus membeli tiket dengan harga Rp. 75.000,- jika mau berenang karena kami berlima…

depan resort
Setelah berenang, sarapan nasi goreng resort menambah energi kami lagi, kemudian kami siap-siap untuk snorkeling. Resort ini menyediakan sarana tersebut, tentunya dengan biaya tambahan. Untuk kapal Rp. 350.000 sedangkan alat Rp. 30.000/ pcs. Kami sewa dua alat saja yang digunakan bergantian..


Perjalanan menuju lokasi snorkeling sekitar 45 menit, lucunya saat naik kapal kita harus naik agak jauh dari pinggir pantai jd perlu berenang jg baru bisa naik kapal.. saya sempat terbawa arus ketika mau naik, agak gugup juga tapi akhirnya bisa mencapai kapal..,

di kapal menuju tempat snorkeling
 
Sebelum sampai dilokasi, kami melihat banyak rumah-rumah tinggi di atas laut yang terpisah, ternyata itu rumah ikan yang dibuat nelayan.. Unik sekali, kreatif memang orang Indonesia.. sampai sekarang masih bingung cara buat dan naiknya… hehehe

rumah ikan nelayan
Tiba di lokasi snorkeling dimulai, awalnya belum kelihatan jelas terumbu karangnya…, berkeliling hingga menemukan tempat yang indah.. rasanya tidak mau berhenti berputar-putar disana… Indaaaah terumbu karangnya, jernih airnya dan diisi dengan ikan warna warni terutama ikan badut (nemo)..
Terbayar sudah semua keletihan perjalanan, tempat penginapan yang minim service dengan keindahan alam bawah laut Angsana.., segala puji diberikan kepada sang Maha pencipta dengan karya yang tak pernah bosan dipandang.. Serta rasa Syukur terdalam kepada sang Maha Pemberi Nikmat yang telah melahirkan saya di Indonesia dan memiliki teman-teman yang menyenangkan sehingga bisa merasakan bersama keindahan ini…..

setelah selesai snorkeling foto-foto dulu
Sayang sekali, kemampuan kamera kami blm bisa mengabadikan keindahan biota laut angsana,.. tentunya akan menarik pembaca supaya dapat berkunjung kesini.. ^_^

Satu jam bertahan snorkeling hingga akhirnya lelah membuat kami untuk kembali ke kapal menuju pantai…, letih dan lapar anehnya tidak membuat kawatir saat kapal tiba-tiba bermasalah karena tidak dapat berputar dan sang nahkoda Hp nya error karena kena air laut…, Saat itu hanya Martha yang membawa Hp dan berusaha menghubungi teman yang memungkin kan untuk mengetahu nomor telepon resort.., belum sampai dikirimkan nomornya kapal akhirnya kembali bisa berputar…, kembali lah kami ke resort..

Istirahat sebentar, bersih-bersih dan berkemas kemudian kembali ke Kota Banjarmasin menempuh perjalanan pulang dengan rasa syukur dan bahagia….

serunya bersama teman-teman
Demikian perjalanan kami wisata di pantai Angsana…, Indonesia diamanapun kita berada, selalu ada yang menarik… Pantai angsana adalah salah satu pantai di Kalimantan Selatan dari beberapa pantai yang ada.. Jika kita mendengar kata Kalimantan Selatan – Banjarmasin maka yang ada dipikiran kita adalah pasar terapung.., sehingga tidak banyak yang tertarik untuk mengunjungi Kalimantan Selatan kecuali tugas kerja jadi sekalian jalan-jalan…

Padahal masih banyak tempat menarik lainnya yang dapat dikunjungi baik di kotanya maupun di luar kotanya.. next akan saya muat tulisan lain tentang keliling kota Banjarmasin…

Hal yang membuat saya sedih ketika berwisata adalah, tidak dapatnya pemerintah setempat untuk menjaga alamnya sebagai potensi wisata dengan sampah-sampah… saat pagi hari di Angsana terlihat banyak berserakan sampah sampah di pantai., macam jenis sampahnya bungkus makanan, rokok smpai sandal, dan juga para pengunjung yang tidak peduli bahkan mengotorinya…

sampah yang bertebaran menurunkan keindahkan pantai
Ribuaan jumlah tempat yang dapat di explore di Indonesia, setiap daerah memiliki potensi wisata yang berbeda, menarik dan unik.. Mari kita jaga agar tetap bersih dan mempromosikan sehingga siapapun yang lahir di Indonesia bangga atas daerah dan negaranya… ^_^


Kamis, 25 September 2014

Berakhlak Secara Ibadah dan juga Secara Sosial



Indonesia adalah negara Muslim terbesar di Dunia dan termasuk negara dengan citra religius, indikator ini dapat dilihat pada banyaknya masyarakat muslim beribadah Umrah dan Haji....

Tentu ini adalah hal positif, dalam muslim dikenal dengan banyaknya ragam ibadah yang bisa dilaksanakan baik ibadah wajib maupun sunah, dan kita dapat melihat betapa banyak masyarakat melaksanakan ibadah-ibadah tersebut..

Dalam Islam pun dikenal tiga macam hubungan;  hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama, dan hubungan dengan Alam..., hubungan dengan Allah adalah dengan melakukan ritual ibadah, hubungan dengan sesama bagaimana kita berbuat baik, saling tolong melong dan bermanfaat dan perilaku sejinis lainnya.. sedangkan hubungan dengan Alam, juga terkait dengan perilaku kita terhadap alam, dan mahluk hidup lainya menjaga dan melastarikannya.

Saya bukan orang yang ahli dalam bidang keagamaan yang membahas dalam soal itu, tetapi kali ini saya hanya ingin menungkapkan fenemena yang ada di sekitar...

Pernah kah kita mendapati serorang yang ‘tampak’ taat dalam beribadah dengan frekuensi yang banyak tetapi hubungan dengan sesama tidak baik, contoh rajin ibadah tetapi memiliki perilaku sombong, berkata kasar atau menjatuh kan orang, iri dan lainnya...  Haji berkali-kali tetapi tidak bertanggjawab terhadap pekerjaannya, bahkan dengan alam pun tidak dapat menjaganya cenderung merusak...

Bagaimana......???

Tentu kita tidak berhak memberikan penilain terhadap ibadahnya, tetapi yang bisa kita lihat sejalan kah dia dengan rutinitas religius yang dilakukan... sejalan kah ia dengan aplikasi yang selayaknya didapat dari ibadahnya....??

Hubungan sosial dengan sesama cendrung lebih dominan kita lakukan ketimbang ibadah, karena kita memang mahluk sosial, bahkan dalam Al-Qur’an pembahasan bagaimana berhubungan dengan sesama pun dibahas jauh lebih banyak.., itulah mengapa kita sebagai manusia diciptakan sebagai khalifah.. yang bermanfaat bagi sesama, yang dapat menjaga lingkungannya, yang dapat mengembangkan potensinya, memberdayakan sesama.....

Apa yang salah dengan ini..?? 

Saya belum melakukan penelitian mendalam memang soal ini, tetapi menurut analisa saya kuantitas selalu lebih utama dalam pandangan kebanyakan orang, seperti kuantitas uang yang banyak lebih baik daripada sedikit, jumlah nilai yang tinggi tentu akademiknya lebih baik, kuantitas kehadiran yang banyak akan lebih baik... begitu juga banyak beribadah akan lebih baik. Tetapi pernahkah kita liat lebih dalam lagi, tidak selalu seperti itu...??

Ketika kita memiliki uang yang banyak dan menggunakan tidak pada tempat yang tepat malah dapat menghancurkan kita, Nilai yang tinggi tidak menjamin pengetahuannya juga tinggi.., toh bisa saja dia hanya memenuhi target sehingga tidak memahami apa yang telah dipelajarinya kita jg menemukan banyak anak/ mahasiswa yang berpretasi tetapi tidak berprestasi juga dalam pekerjaannya. Kehadiran yang banyak jika untuk tidur atau bersantai-santai saja untu apa.?

Begitu juga beribadah, semakin banyak melalukan ibadah jika hanya frekuensi tetapi tidak mengetahui maksud dari ibadah itu sendiri tidak akan pernah menghasilkan perilaku seorang khalifah...
Bukankah banyak juga kita temui, seorang yang sederhana tetapi bahagia hanya dengan dapat mengajar dan memotivasi para siswanya agar punya mimpi dan  maju (laskar pelangi) atau seorang yang hanya dapat penghasilan dengan menjual hasil karyanya tetapi dapat memberikan pengajaran kepada anak-anak putus sekolah. (doc. Kick Andy) dan juga kita melihat para tetuah adat yang begitu menjaga lingkungan nya agar tetap lestari..

Yuk mari kita periksa amal ibadah kita masing-masing apakah benar selaras dengan perilaku kita..., sehingga tidak hanya berakhlak secara ibadah tetapi juga berakhlak secara sosial...